Perkembangan Terakhir Proyek Pembangunan Jalan Tol Soreang-Pasirkoja (Soroja)

Berikut ini artikel tentang Perkembangan Terakhir Proyek Pembangunan Jalan Tol Soreang-Pasirkoja (Soroja). Sampai dengan hari ini ternyata masih menemukan kendala. Jalan tol yang menghubungkan antara Kabupaten Bandung dan Kota Bandung tersebut masih menyisakan 97 bidang persoalan yang cukup rumit.

Asisten Pembangunan dan Kesejahteraan Pemkab Bandung, H. Marlan mengatakan Ada 97 titik atau bidang permasalahan yang harus diselesaikan dalam pembangunan Tol Soroja ini, dan masalah ini yang dihadapi perlu diselesaikan dengan menguraikan satu persatu permasalahan.

Persoalan yang bisa menghambat pembangunan jalan tol tersebut, antara lain berupa penolakan harga ganti rugi dengan sejumlah pemilik lahan, penyelesaian sejumlah bidang tanah wakaf, permasalahan dengan warga Desa Pameuntasan, khususnya kaitan pemasangan tiang pancang Jembatan Citarum.

Ke-97 bidang tersebut, di antaranya sebanyak 4 bidang di daerah Margaasih, 2 bidang di Nanjung, 4 bidang di Kopo, 13 bidang di Mekarahayu, 4 bidang di Pameuntasan, 19 bidang di Parungserab dan untuk penolakan harga ganti rugi/bagi untung sebanyak 21 bidang.

Semua persoalan tersebut, kata Marlan, sedang diproses melalui pendekatan. Seperti tanah wakap yang kini sedang diproses di Kementerian Agama. Begitu juga masalah penolakan harga sedang diselesaikan dengan pemilik lahan.

Harga yang pantas dan tak merugikan salah satu pihak dipastikan menjadi opsi yang paling dikedepankan. Pemerintah Kabupaten saat ini sedang menyiapkan pendekatan dari sisi manapun agar pembangun tol soraja ini tidak meninggalkan banyak permasalahan kelak ketika sudah usai dibangun.

Perkembangan Terakhir Proyek Pembangunan Jalan Tol Soreang-Pasirkoja (Soroja)

Marlan juga menambahkan, bila pemilik lahan tetap menolak harga yang ditawarkan pemerintah, sesuai Undang-undang tahun 2012, ada pemaksaan, bila lahan yang akan digunakan itu untuk kepentingan nasional atau untuk kepentingan umum.

Bila sampai ke pengadilan, ada sistem konsinyasi dan konpensasinya bisa dititipkan di pengadilan serta hak kepemilikan tanahnya bisa dicabut.

Persoalan-persoalan itu, tentu akan menghambat proses pembangunan. Masalahnya, karena 97 bidang itu berada di segmen yang akan dibangun. Karena itu, pihaknya akan berupaya secepat mungkin untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Pihak Pemkab Bandung, menekan persolan ini harus selesai pada awal Maret. Begitu pula kepada para camat yang ada di lingkaran persoalan itu ditekankan agar segera mengambil langkah dengan desa agar persoalan segera selesai.

Bahkan saat ini, kata Marlan, sedang dilakukan pemasangan tiang pancang untuk Jembatan Citarum di daerah Pameuntasan.

Pembangunan Jalan Tol Soroja ini ditargetkan bisa selesai 30 Juni 2016, dan selama satu bulan pasca dibangun, pengembang diberi waktu satu bulan sebelum resmi digunakan, untuk masa uji coba kelaikan.

Pembangunan Jalan Tol Soroja, merupakan keuntungan besar bagi Kabupaten Bandung, terutama meningkatnya pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Proyek pembangunan jalan tol yang panjangnya sekira 10,5 km dengan anggaran Rp 1,5 triliiun itu, kini dalam tahap pengurugan.


Seperti untuk jalur pintu keluar atau pintu masuk tol di sekitar depan Stadion Si Jalak Harupat, atau Kopo, Kecamatan Kutawaringin, dan untuk jalur pintu keluar tol di daerah Parungserab, tidak jauh dari Mesjid Al-Fathu, atau Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung. [w2/02]


sumber:

Comments