Ternyata Mumu Urang Ciherang!

Belakangan ini dunia teknologi informasi dan komunikasi -khususnya pendidikan dan parenting - diramaikan dengan adanya aplikasi parental control. Isunya sendiri membuka pola pikir orangtua terutama dalam hal mengendalikan gawai yang dipakai oleh sang buah hati termasuk dalam mengawasi.

Jumlah orangtua yang memantau (controlling) terhadap putra-putrinya dalam penggunaan gawai masih segelintir bila dibandingkan dengan mereka yang belum menyadari pentingnya akan hal ini. Menurut survey - di Inggris, kesadaran orangtua terhadap pentingnya mengawasi anak-anaknya yang berusia antara 9 hingga 16 tahun masih dinilai sedikit. Untuk itulah diperlukan semacam gerakan supaya orangtua bisa memahami betapa pentingnya mengawasi anak-anak yang kerap nampak asyik 'bercengkerama' dengan gawainya.

Berbicara mengenai gerakan yang erat kaitannya dengan anak, gawai dan orangtua - pada 14 Januari 2016 kemarin, saya diundang untuk menghadiri event peluncuran aplikasi berbasis Android dengan tema Gerakan Gadget Sehat yang menghadirkan dua orang nara sumber; Muhammad Nur Awaludin selaku co-founder Kakatu serta Elly Risman P., P.Si- beliau seorang pakar parenting.



Suasana saat Kakatu launching GGS (Gerakan Gadget Sehat) di gd. Auditorium lt. 2 FK Unpad jalan Prof. Eyckman no. 38 Bandung. (foto: dok.pribadi)

Pada saat launching GGS, Mumu - panggilan akrab Muhammad Nur Awaludin - menceritakan sepenggal kisah hidupnya yang agak berbau aib. Misalnya, bagaimana di usia anak-anak dirinya mengenal permainan atau game hingga kecanduan dan susah untuk meninggalkan dunianya. Yang terjadi selanjutnya, Mumu menjadi anak yang suka mencuri dan terpapar konten pornografi.

Mencuri? Karena, untuk bermain game, dirinya hanya mampu beberapa jam saja, agar bisa menyambung permainan perlu tambahan jam padahal di dompet sudah takada lagi uang. Jalan pintas yang dilakukannya adalah dengan 'mencuri' uang dari dompet ibunya.

Terpapar konten pornografi? Secara taklangsung, ketika bermain game - siapapun termasuk Mumu melahap tampilan permainan. Takjarang pengembang permainan memberikan bumbu-bumbu dengan menambahkan model perempuan dalam game-nya. Biasanya model yang ditampilkan didesain dengan mengenakan pakaian seronok atau berbau pornografi. Dari situlah sedikit demi sedikit mata kita saat bermain game terpapar grafis konten permainan yang tengah dimainkan -begitu pula yang terjadi dengan Mumu.

Namun kisah suramnya kini sudah dibuang jauh-jauh. Seorang Mumu hari ini tengah menjadi isu positif dan hangat diperbincangkan. Pasca memenangkan Idbyte Startup Hunt 2015 dengan membawakan konsep Parental Controlling pada Aplikasi Kakatu yang dirancangnya - Mumu dan teman-temannya yang berjumlah 10 orang kini sibuk dengan aplikasi mereka yang terus-menerus diperbarui.

Kemarin pun (14/01) Mumu berkesempatan mengenalkan tim Kakatu di hadapan para tamu undangan yang memenuhi acara launching GGS di Auditorium Lt.2 Gd. FK Unpad jalan Prof. Eyckman no.38, Bandung.

Ternyata Mumu Urang Ciherang!

Di sela-sela ucapannya saat tampil di acara peluncuran aplikasi Kakatu, Mumu menyebut kalau dirinya berasal dari Ciherang, Banjaran -takjauh dengan di mana saya tinggal; Soreang. Hal ini yang membuat saya tergerak sekaligus bangga. Dan usai acara kemarin, saya mendekatkan diri kepada lelaki berperawakan kecil dengan kacamata minus tersebut. Saya mengucapkan selamat atas peluncuran GGS, dan terus maju dengan aplikasi Android Kakatu hasil temuannya.

Melansir informasi dari portal aitinesia, aplikasi Kakatu yang dibesut oleh Mumu dan teman-temannya membawa mereka bisa jalan-jalan ke Silicon Valley - tempat berkumpulnya para pemain besar dunia teknologi digital.


Selain itu, atas keberhasilannya, Mumu cs. diganjar dana infrastruktur yang nilainya cukup besar. Hebat euy ... Dan yaa itu ... Ternyata Mumu Urang Ciherang!

----
Artikel rujukan: http://aitinesia.com/berkenalan-dengan-kakatu-pemenang-idbyte-startup-hunt-2015/

Comments